Bahaya, memiliki rumah tipe 21

Posted by saya_sendiri | hahaHIHI | Thursday 12 November 2009 12:55 am

Ada keluarga muda, baru punya satu anak berumur 5 tahun bernama Ipung;
Mereka tinggal di perumahan type 21. Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, praktis mereka : bapak, ibu, dan anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur.

Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau “bobo2 an” mesti kucing-kucingan, nungguin Ipung tidur dulu. Untuk memastikan apakah si Ipung udah tidur apa belum mereka mengetest dengan cara memanggil Ipung, kalau Ipung menyahut berarti belum tidur, kalau Ipung diam berarti udah tidur, berarti aman untuk beraksi.

Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk beraksi, terlihat si Ipung sudah terlelap. Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.

BAPAK : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Ya, pak ? ”
Wah, ternyata Ipung belum tidur. Mereka terpaksa menunggu.
Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.

IBU : ” Ipung ?!!! ”
IPUNG : ” Yaa, buuu ? ”
BAPAK : ” Gila, belum tidur juga!
(gerutu si bapak dalam hati saking jengkelnya )

Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam ditest lagi, ternyata Ipung masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu terus. Akhirnya bapak-ibu kehabisan kesabaran, Ipung betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Ipung menangis dan bingung soalnya kan nggak tahu masalahnya apa. Paginya di sekolah Ipung mengadu kepada ibu guru bahwa semalaman dimarahin habis-habisan oleh orang tuanya. Ibu guru bertanya kejadiannya, Ipung kemudian menjelaskan semuanya, Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa, maka kemudian dia menasehati Ipung, “Ipung, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Ipung harus tidur, dan kalau bapak/ibu memanggil Ipung tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar” begitu ibu guru menasehati Ipung.

Malamnya Ipung mengikuti nasehat ibu guru. Beberapa kali Ipung dipanggil nggak menyahut, padahal Ipung sebenarnya mendengar karena memang belum tidur. Tapi karena takut dimarahi lagi, maka Ipung diam saja. Bapak-ibu sepakat bahwa Ipung sudah tidur. Mereka juga sepakat untuk memulai permainan lalu mereka mematikan lampu. Ipung sebenarnya ketakutan karena gelap, tapi dia juga takut dimarahi maka dia diam saja.

Permainan pun makin berjalan seru. Heboh. Menggairahkan. Sampai Ipung juga keheranan krn tempat tidur terus bergoyang semakin keras dan cepat, tapi dia tetap diam saja.

Sampai akhirnya mereka sudah mau mencapai puncak permainan.
BAPAK : ” Aduuuh,buu.. .. aku mau keluar !!!”
(kata si bapak sambil gemeteran)
IBU : ” Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr ”
(kata Si Ibu nggak mo’kalah)
IPUNG : ” Ipung ikuuuuuut!!! ! ”
(Ipung langsung teriak ketakutan)

 (wakakapedia.com)

Mahadewi - Ayang Ayangku

Posted by saya_sendiri | Lyrics, Music | Sunday 8 November 2009 11:22 pm

Ayang-ayangku
Ayang-ayangku
Kaulah anganku
Kaulah hayalku
Sudah saatnya untuk aku nyatakan
Apa yang kini ada di hatiku
Benih-benih cinta yang kini jadi cinta
Tak mungkin lagi disembunyikan saja
Terserah nanti apa jawabmu
Yang penting aku sudah katakan
Tapi terlalu bila kamu tak menerima
Bila diingat lama penantianku

Ayang-ayangku
Ayang-ayangku
Kau buatku melayang
Kau buatku di mabuk kepayang

Sudah saatnya untuk aku nyatakan
Apa yang kini ada di hatiku
Benih-benih cinta yang kini jadi cinta
Tak mungkin lagi disembunyikan saja
Terserah nanti apa jawabmu
Yang penting aku sudah nyatakan
Tapi terlalu bila kamu tak menerima
Bila diingat lama penantianku

Ayang-ayangku
Ayang-ayangku
Kau buatku melayang
Kau buatku di mabuk kepayang

Tukang Roti

Posted by saya_sendiri | hahaHIHI | Sunday 8 November 2009 9:43 pm

Siang yang panas…
Di jalan yang menurun begitu curam ada ramai-ramai banyak orang, ternyata ada gerobak roti tejungkal…
Sesaat kemudian Polisi pun tiba di TKP,dan langsung berteriak..

Polisi: Minggir! minggir! Ada apa ini? ada apa?…

Tukang Roti : “Ada keju, ada cokelat, ada nanas, ada duren…, dan ada macem-macem rasa yang lainnya… ” Jawab tukang roti sambil memungut rotinya yang bercerceran satu persatu….

Polisi : #?@$?#$??!

(http://wakakapedia.com)

Next Page »